Header Ads

Untuk Bayi, Kipas Angin AC atau Air Conditioner?


Hawa panas memang membuat kita tidak nyaman dalam beraktivitas. Khususnya Anda yang sedang mempunyai bayi, hawa panas tentu membuat si kecil menjadi rewel. Namun, seiring perkembangan zaman, telah ada alat pendingin yang dapat Anda gunakan untuk mengatur ruangan sehingga si kecil menjadi lebih tenang.

Bagi Anda yang baru mencoba alat pendingin untuk bayi tentu bertanya-tanya “apakah alat pendingin ruangan aman untuk bayi? Kipas angin AC atau Air Conditioner? Mana yang lebih baik?

Alat Pendingin Ruangan Aman Untuk Bayi
Banyak ahli yang mengungkapkan bahwa menggunakan kipas angin AC atau air conditioner lebih baik daripada membiarkan bayi yang baru lahir merasa kepanasan. Hal tersebut dikarenakan bayi yang baru lahir pada umumnya tidak memiliki kemampuan mengatur suhu sebaik orang dewasa. 

Untuk Bayi, Kipas Angin AC atau Air Conditioner?
Penggunaan alat pendingin ruangan untuk bayi aman asalkan dilakukan dengan cara yang benar. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan alat pendingin ruangan:

1. Ciptakan suhu yang Ideal untuk Bayi
Dr Reni Wigati, SpA RSIA EVASARI pada halaman okezone mengutarakan bahwa kita harus menciptakan kondisi yang paling ideal untuk bayi. Suhu ideal tersebut tidak terlalu panas atau dingin. 

Suhu yang terlalu panas akan membuat bayi merasa tidak nyaman karena berkeringat yang berujung si kecil menjadi rewel. Namun, suhu yang terlalu dingin bisa membuat bayi mengalami hipotermi. Suhu tubuh si kecil akan mengalami penurunan yang bisa menyebabkan berbagai macam hal, contohnya seperti gangguan metabolisme tubuh. 

Lantas, berapakah suhu yang ideal untuk bayi? Suhu ideal untuk bayi adalah 24 – 26 derajat celcius.

2. Perhatikan pakaian/selimut yang dikenakan si kecil
  • Pastikan selimut yang terpasang pada si kecil dalam posisi yang benar. Jangan sampai selimut tersebut menutupi wajah atau tersingkap.
  • Tambahkan dua lapis kain untuk melindungi tubuh bayi agar tetap hangat.
  • Untuk lebih aman, kenakan pakaian sejenis baju jumper yang menutupi hingga kaki si kecil.

3. Jangan terpapar langsung
Kulit bayi masih sangat sensitif dan belum bisa beradaptasi dengan baik. Untuk itu jangan paparkan alat pendingin langsung ke arah bayi. Karena ketika ruangan menjadi dingin, badan si kecil akan ikut dingin. Maka dari itu jangan taruh penyejuk ruangan di dekat tempat tidur atau yang mengarah ke tempat tidur secara langsung. 

4. Lakukan perawatan secara berkala
Hal ini penting sekali untuk dilakukan. Rawatlah kipas angin AC atau air conditioner yang sering Anda gunakan. Bersihkan secara menyeluruh, terutama pada bagian filter. Bersihkan bagian filter paling tidak 1-2 bulan sekali.

5. Pastikan lingkungan bersih
Selain sering melakukan perawatan pada kipas angin AC atau air conditioner yang Anda gunakan, memastikan lingkungan bersih juga penting untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan menggunakan kipas angin AC atau air conditioner pada lingkungan yang kotor dapat membahayakan si kecil.

Adanya penggunaan kipas angin AC atau air conditioner pada ruangan yang kotor akan membuat debu-debu atau bakteri yang ada berterbangan. Meskipun telah ada fitur kipas angin AC atau air conditioner yang mengklaim menghasilkan ion-ion yang dapat menyedot partikel yang merugikan, tapi alangkah lebih baiknya jika Anda tetap selalu menjaga kebersihan ruangan bayi Anda.

Jadi, lebih baik kipas angin AC atau air conditioner?

Jika menanyakan mana yang lebih baik, maka perlu kita tinjau dari beberapa segi, yaitu:

1. Kondisi ruangan bayi
Jika ruangan si kecil tertutup, maka sebaiknya gunakan air conditioner. Hal ini dikarenakan air conditioner akan bekerja secara optimal apabila ruangannya tertutup. 

Lain hal jika ruangannya memiliki sirkulasi udara yang baik, maka pilihlah kipas angin AC. Hal ini dikarenakan air conditioner tidak disarankan digunakan pada ruangan yang terbuka.

2. Kemampuan
Kemampuan air conditioner lebih hebat jika dibandingkan dengan kipas angin AC. Air conditioner mampu mendinginkan ruangan hingga mencapai suhu yang kita inginkan (pada umumnya hingga 16 derajat celcius). Selain itu, air conditioner mampu mempertahankan temperatur ruangan secara konstan sesuai dengan suhu yang kita inginkan.

Lain hal dengan kipas angin AC, alat ini hanya mampu menurunkan suhu ruangan hingga 5 derajat celcius saja. Selain itu, kemampuan tersebut tidak dapat dipertahankan secara konstan.  

3. Tingkat Mobilitas
Tingkat mobilitas adalah kemudahan dari alat pendingin ini untuk dipindahkan atau dibawa kemana-mana. Segi ini kita pertimbangkan apabila si kecil tidur dengan berpindah-pindah. Contoh kasusnya, si kecil tidur tidak di kamarnya, namun di ruangan tamu atau di tengah rumah. Hal ini membuat Anda membutuhkan alat pendingin ruangan yang bisa dipindahkan bukan? 

Nah, bagi Anda yang membutuhkan alat pendingin ruangan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, kipas angin AC adalah jawabannya. Pengalikasian yang tidak ribet dan dilengkapi dengan roda kecil membuat alat ini mudah untuk kita pindakan kemanapun.

Tidak ada komentar